Gusmiyadi Pimpin Rapat tentang Sulitnya Petani Sawit Menjual Hasil Panen Sawit

  • Bagikan

Gusmiyadi, anggota DPRD Provinsi Sumut Partai Gerindra gelar rapat dan langsung ia pimpin diantaranya membahas tentang sulitnya petani sawit menjual hasil panen TBS.

Sebagaimana diungkapkan oleh Gusmiyadi, yang juga alumnus Unisba Bandung tersebut melalui unggahan di akun facebooknya @Gusmiyadi pada (13/05/2022).

Dalam unggahan statusnya yang ia beri judul “Aktivis & Hajat Hidup Orang Banyak” Gusmiyadi menyampaikan bahwa untuk pertamakalinya ia memimpin rapat di komisi B DPRD Provinsi Sumut, salah satu yang ia bahas adalah tentang sulitnya petani menjual hasil panen tandan buah segar (TBS) sawit.

“Ini kali pertama saya (Gusmiyadi) memimpin rapat dikomisi B. Diantara yang kami bicarakan adalah sulitnya petani sawit kita hari ini dalam menjual hasil panen

“Harga minyak goreng yang juga tidak turun-turun.” Ujar Gusmiyadi melalui akun sosmed Facebooknya.

Gusmiyadi menambahkan bahwa perlu adanya upaya usaha bersama dibidang teknik yang penting untuk menumbuhkan upaya merespon kebutuhan pasar dan peningkatan keahlian masyarakat.

“Kawan-kawan aktivis, penting sekali kita untuk belajar memahami kebijakan publik. Terutama keputusan yang memungkinkan berdampak luas dengan berbagai dimensi didalamnya. Disiplin ilmu semakin kait-mengait. Tak bisa parsial. Pun demikian mental kita, perspektif kita, dll.” Kutip Gusmiyadi.

Sebagaimana diketahui bersama bahwa perkebunan sawit dan khususnya petani sawit mengalami dampak langsung atas gejolak harga minyak goreng dan juga kebijakan-kebijakan terhadap harga minyak goreng dan kebijkan lainnya.

Sebagaimana dirasakan oelh beberapa petani sawit di berbagai daerah yang juga mengeluhkan rendahnya harga sawit saat menjelang lebaran idul fitri tahun 2022, setelah sebelumnya harga TBS mengalami lonjakan sebelum puasa. Terjadi ketidakstabilan harga TBS yang berdampak luar biasa terhadap para petani sawit.

  • Bagikan