Ketua OMMBAKSU, Pemaparan Komja RI Dinilai Kurang Relevan Dalam Diskusi “Merawat Publik Trust kejaksaan Ditengah Penanganan Kasus Korupsi.

  • Bagikan

MEDAN,_ Komisi Kejasaan Republik Indonesia bersama Fakultas Hukum USU mengadakan Diskusi bertema “Merawat Publik Trust Kejaksaan di tengah penanganan kasus-kasus Korupsi” di Gedung Peradilan Semu USU, Senin (30/5/2022).

Kegiatan tersebut di hadiri oleh Dr.Mahmul Siregar, SH.M.Hum Dekan Fakultas Hukum USU, Barita Simanjuntak Ketua Komisi Kejaksaan Republik Indonesia,  Praktisi Hukum, Pengamat Politik Mahasiswa, Awak Media beserta Pengurus Persatuan Aparatur Desa Seluruh Indonesia (Papdesi)

Rozi Albanjari selaku Ketua Organisasi Mahasiswa dan Masyarakat Bersatu Anti Korupsi Sumatera Utara (OMMBAKSU) yang hadir dalam acara diskusi tersebut menyampaikan kurangnya pengawasan Komisi Kejaksaan terhadap kinerja Kejaksaan dalam menangani kasus korupsi khususnya di Sumatera Utara kepada awak media.

“Acara diskusi ini terkesan dipaksakan dan narasumber yang hadirkan dinilai tidak terarah dan diluar kapasitas.

“Dalam diskusi tersebut, Ketua Komisi Kejaksaan yang memaparkan kinerja Kejaksaan pun nampaknya terkesan berat sebelah dengan membela Kejaksaan dan sangat bertolak belakang dengan tupoksinya sebagai Pengawas atas kinerja Kejaksaan, padahal Komisi Kejaksaan adalah lembaga independen yang harus netral sebagai fungsi pengawasan bukan pelaksana teknis, ini sudah diluar kapasitas Komisi Kejaksaan.

“Komisi Kejaksaan Republik Indonesia (KOMJA RI) dibentuk sesuai dengan Perpres Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2011
Tentang Komisi Kejaksaan Republik Indonesia. notabenenya sebagai lembaga independen yang melakukan pengawasan atas kinerja oknum Jaksa baik dalam masa dinas maupun luar dinas.

“Demikian juga narasumber lainnya yang tidak terarah dalam menyampaikan isi pokok diskusinya. Seharusnya acara diskusi ini harus dihadiri oleh Pihak Kejaksaan seperti Kejaksaan Tinggi atau yang ditunjuk langsung oleh Kajati sehingga pembahasannya lebih tepat sasaran.” Terang Rozi Albanjari.

“Harapan kita bersama, untuk kedepan agar diskusi ini lebih profesional dan cerdas dengan narasumber yang tepat, ini pelajaran buat kita semua khususnya Kejaksaan agar lebih memperhatikan lagi siapa dan apa yg akan di sampaikan, “Puskasnya.

  • Bagikan