Mahfud MD: Keberagaman Bangsa Indonesia Harus dikelola Bersama

  • Bagikan

Padang—Mengelola Keberagaman Bangsa Indonesia akan menjadi berkah apabila dikelola secara baik, namun sebaliknya keberagaman yang meliputi suku bangsa, adat, budaya, bahasa, agama tersebut akan menjadi bencana jika dikelola secara tidak adil.

Hal ini mengemuka pada Peluncuran Program Konsultasi Publik, Duduak Basamo Menko Polhukam RI, Mahfud. MD Angku Majo Sadeo dengan Tungku Tigo Sajarangan yang digelar di Auditorium Gubernuran Sumatera Barat, Rabu (16/09/2020) malam.

Pada kesempatan itu Menko Mahfud menegaskan bahwa usaha mengelola keberagaman bangsa Indonesia tidak mungkin dilakukan hanya oleh pemerintah saja.

“Perlu kebersamaan, keikutsertaan dan dukungan seluruh komponen bangsa,” ungkapnya.

Menurutnya para pendiri bangsa telah mewariskan Pancasila sebagai pedoman agar tetap berada dalam persatuan dan kesatuan. Dimana terdapat tokoh besar Nasional asal Sumatera Barat yang turut andil dalam merumuskan Pancasila.

“Saya kira tidak produktif, kalau kita itu ribut soal Sumatera Barat ini mendukung Pancasila atau tidak, sudah pasti mendukung, lahirnya dari orang-orang sini,” ujar Mahfud.

Oleh karena itu, tutur Mahfud, Pancasila telah menjadi pengikat sekaligus identitas Bangsa Indonesia. Pancasila adalah kristalisasi nilai-nilai yang hidup dan bersumber dari sistem nilai seluruh suku, ras dan agama di Indonesia.

Selanjutnya mantan Ketua Mahkamah Konstitusi RI ini juga mengatakan bahwa sejarah pendirian bangsa menunjukkan agama telah memberi spirit terhadap kehidupan kenegaraan, dimana negara menyatakan setiap pemeluk agama dilindungi.

“Kita orang Islam di Indonesia harus menjadi tuan rumah di negeri ini, jangan mentang-mentang mayoritas lalu berbuat sewenang-wenang kepada minoritas, karena kita mayoritas itu hanya disini. Sehingga pilihan itu adalah kebersamaan dan kemanusian, jangan bertengkar karena perbedaan agama,” tegasnya.

Terakhir Mahfud MD menyinggung pentingnya penerapan protokol kesehatan dalam menghadapi Pandemi Covid-19, termasuk pada ajang pemilihan kepala daerah yang akan segera diselenggarakan.

“Corona bisa menyerang siapa saja, kita harus sadari Corona itu ada,” ujarnya.

Dikatakan pemerintah sedang mengusahakan vaksin yang saat ini berada pada tahapan uji klinis.

“Diperkirakan nanti paling cepat bulan November sudah ada yang jadi itu. Vaksin yang paling mujarab hari ini adalah protokol kesehatan, yakni pengunaan masker, cuci tangan, lalu menjaga jarak,” sebutnya.

Sementara Gubenur Sumatera Barat, Irwan Prayitno dalam sambutannya mengutarakan bahwa Sumatera Barat mempunyai ciri khas yang hingga saat ini masih tumbuh, hidup berkembang di tengah kehidupan masyarakat, yakni peranan Tungku Tigo Sajarangan yang meliputi Niniak Mamak, Alim Ulama dan Cadiak Pandai.

“Musyarawah mufakat itulah menjadi kata kunci budaya Minang yang dilakoni oleh Tigo Tungku Sajarangan, sehingga seluruh persoalan yang ada dimasyarakat bisa diselesaikan,” ungkap Gubernur Irwan.

Konsultasi publik turut dihadiri jajaran Forkopimda Provinsi Sumatera Barat, pimpinan perguruan tinggi, tokoh masyarakat, Bundo Kanduang serta diikuti perwakilan kabupaten/kota se-Sumatera Barat secara virtual.

  • Bagikan