Pertumbuhan Ekonomi Sumut Triwulan II Tahun 2022 Mengalami Peningkatan 4,70 Persen

  • Bagikan

Kliksajasumut.co, Medan – Badan Pusat Statistik Sumatera Utara mencatat perekonomian Sumatera Utara mengalami peningkatan berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Triwulan II tahun 2022 atas dasar harga berlaku mencapai Rp 235,18 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 142,51 triliun.

“Ekonomi Sumatera Utara Triwulan II-2022 terhadap Triwulan I-2022 tumbuh sebesar 2,56 persen (q-to-q). Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi pada Lapangan Usaha Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 8,72 persen, untuk sisi pengeluaran, konsumsi Pemerintah merupakan komponen yang mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 19,00 persen, “Terang Kepala Badan Pusat Satatistik Sumatera Utara, Nurul Hasanudin, di Medan, Jumat (5/8/2022).

Nurul nenambahkan, Ekonomi Sumatera Utara Triwulan II-2022 terhadap Triwulan II-2021 mengalami pertumbuhan sebesar 4,70 persen (y-on-y).

“Dari sisi produksi, Sektor lapangan Usaha Transportasi dan Pergudangan mengalami peningkatan yang tertinggi sebesar 12,10 persen. Sementara itu untuk Pengeluarannya, pertumbuhan tertinggi pada komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 12,07 persen, “Ungkapnya.

Selain itu Nurul menyebutkan, Ekonomi Sumatera Utara Semester I-2022 terhadap Semester I-2021 mengalami pertumbuhan sebesar 4,33 persen (c-to-c).

Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Transportasi dan Pergudangan mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 9,16 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi pada komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 12,34 persen.

“Untuk struktur ekonomi di Pulau Sumatera secara spasial pada Triwulan II tahun 2022 didominasi oleh beberapa provinsi diantaranya Provinsi Sumatera Utara memberikan kontribusi terhadap PDRB di Pulau Sumatera sebesar 22,54 persen; Provinsi Riau sebesar 23,69 persen; Provinsi Sumatera Selatan sebesar 13,69 persen; dan Provinsi Lampung sebesar 10,07 persen. Sementara kontribusi terendah adalah Provinsi Bengkulu sebesar 2,18 persen,”Pungkas Nurul. (Abi9)

  • Bagikan