Rupiah Dan IHSG Terpukul, BI Masih Punya Ruang Untuk Tidak Menaikkan Bunga Acuan

  • Bagikan

Pengamat Ekonomi Sumut, Benyamin Gunawan, S.E

 

KlikSajaSumut, Medan_Mata uang rupiah tertekan cukup dalam pada perdagangan di akhir pekan ini. Pelemahan mata uang Rupiah pada hari ini yang sempat menyentuh 14.850 per US Dolar, sempat memicu spekulasi bahwa Rupiah berpeluang untuk melanjutkan tren pelemahan, seteah Bank Sentral menaikkan besaran bunga acuannya sebesar 75 basis poin menjadi 1.75%. Namun Rupiah di sesi perdagangan sore berbalik dan diperdagangkan dikisaran 14.780 per US Dolar.

Disaat suku buga acuan Bank Sentral AS (The FED) dinaikkan, saya sempat menterjemahkan bahwa pernyataan Gubernur Bank Sentral AS seakan menepis bahwa resesi tidak akan terjadi setelah kebijakannya diambil. Dan merunut pada pernyataan di bulan sebelumnya, dimana The FED dinilai akan bersikap lebih lunak dalam mengendalikan inflasi.

Namun pada saat ini The FED seakan mengingkari apa yang telah diucapkannya. Tingginya laju tekanan inflasi di AS membuat The FED justru menaikkan bunga sebesar 75 basis poin, yang merupakan kenaikan terbesar dalam kurun waktu 28 tahun terakhir. Setelah The FED menaikkan bunga acuannya, pelaku pasar sempat merespon dengan sikap antusias karena resesi mungkin bisa dihindari.

Yang sempat membuat pasar keuangan berada di zona hijau. Namun lagi – lagi pelaku pasar lebih melihat data inflasi yang masih berpeluang naik, seiring dengan kenaikan harga enerji maupun pangan dunia. Alhasil pasar keuangan global kembali tertekan dan memicu terjadinya tekanan pada bursa saham maupun mata uang rupiah.

Pelemahan rupiah pasca The FED menaikkan bunga acuannya. Sejauh ini saya menilai pelemahan tersebut belum menjadi ancaman serius. Pelemahan tersebut saya pikir belum akan membuat BI untuk menaikkan bunga acuannya. Saya menilai pelemahan rupiah pada saat ini masih terkendali. Rupiah masih terlihat kuat meskipun sedikit mengalami pelemahan.

Walau demikian, kita perlu memantau perkembangan rupiah dalam waktu dekat ini. Sejauh ini saya menilai Rupiah dalam kondisi baik baik saja meskipun dalam tekanan. Dan ditengah ancaman resesi saat ini, kita membutuhkan pertumbuhan ekonomi agar tetap terjaga. Salah satu caranya adalah BI tidak menaikkan bunga acuannya. Hal tersebut masih mungkin diambil BI meskipun banyak bank Sentral di belahan dunia sudah menaikkan bunga acuannya terlebih dahulu.

Selain rupiah yang melemah, pada hari ini IHSG juga ditutup anjlok 1.61% di level 6.936,97. Smeentara itu harga emas terpantau berada di level $1.852 per ons troy. Pada dasarnya harga emas saat ini masih lebih baik dibandingkan dengan perdagangan sehari sebelumnya. Harga emas dalam rupiah sedikit membaik harganya dikisaran 882 ribu per gram.(Red)

  • Bagikan