Rupiah Kembali Melemah, IHSG Sempat Turun Tajam Meskipun Ditutup Menguat

  • Bagikan

Medan_Nilai tukar mata uang Rupiah terpantau mengalami tekanan pada perdagangan hari ini. Rupiah diperdagangkan pada sore ini dikisaran 14.815 per US Dolar.

Rupiah terpantau melemah dibandingkan perdagangan akhir pekan kemarin (jum’at) yang sempat berada di kisaran 14.780 per US Dolar. Meskipun terpantau melemah, Rupiah masih berkutat dalam angka yang tidak jauh berbeda selama 5 hari terakhir.

Gejolak yang dialami Rupiah pasca kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral AS atau The FED masih dalam batas pelemahan yang wajar dan terkendali. Sementara itu, tren pelemahan juga terjadi pada sejumlah mata uang di Asia. Setelah Bank Sentral China atau PBoC menahan besaran suku bunga acuannya.

Kinerja ekonomi global yang belakangan ini masih belum menunjukan tren kinerja yang pasti membuat pelaku pasar ragu-ragu dalam mengambil keputusan. Akan tetapi, di pekan ini pelaku pasar akan menanti bagaimana Bank Indonesia menetapkan besaran bunga acuannya, yang menurut hemat saya juga tidak akan memberikan banyak perubahan bagi kinerja pasar keuangan.

Kecuali BI menaikkan besaran bunga acuannya. Namun hal tersebut justru berpeluang menekan kinerja ekonomi nasional dalam jangka waktu yang lebih. Meskipun memberikan keuntungan sesaat dalam jangka pendek.

Disisi lain, kinerja IHSG terpantau berfluktuasi dalam rentang diluar perkiraan saya sebelumnya. Meskipun ditutup naik tipis, pasar sepertinya masih bersikap ragu ragu dalam menyikapi ketidakpastian ekonomi yang berkembang belakangan ini. IHSG ditutup naik 0.57% di level 6.976,37.

Pada sesi perdagangan pagi IHSG sempat terpuruk hingga 1% lebih. Namun disesi kedua IHSG berbalik dan mampu ditutup menguat. Saya tetap berpendapat bahwa pekan ini fluktuasi pada pasar keuangan akan terus terjadi. Hingga sampai BI menetapkan besaran bunga acuannya. Dan IHSG masih tidak akan beranjak jauh dari level 7.000 atau level nya pada penutupan hari ini. Meksipun akan kesulitan untuk naik dan menembus level psikologis tersebut.

Benjamin Gunawan, M.M

Senin, 20 juni 2022

  • Bagikan